27 Januari, 2014

Gatal Di Kulit Ketika Hamil, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Apakah gatal di kaki ketika hamil sanggup disembuhkan?

Hello again, hari ini aku mau menyebarkan wacana pengalaman gatal di kulit ketika hamil. Penyakit kulit berupa gatal-gatal memang sangat mengganggu. Tidak peduli ketika hamil maupun tidak, tentu Anda akan tetap merasa terganggu.

Sebelumnya, aku tidak pernah mengalami penyakit kulit yang aneh-aneh. Apalagi yang disebabkan oleh jamur. Misalnya saja sakit panu, kadas, dan kurap. Alhamdulillah belum pernah merasakannya dan biar tidak pernah.

Sakit Kulit Justru Saat Hamil

Entah kenapa dan tak tahu dari mana asal muasalnya tiba-tiba di suatu pagi aku terbangun dengan noda kemerahan di kaki sebelah kiri. Waktu itu usia kehamilan gres sekitar 7 minggu.

Ya sudah aku pikir cuma digigit semut atau kena ulat bulu. Penanganannya cuma dioles dengan minyak kayu putih secukupnya.

Reaksi aku juga masih biasa saja. Sampai keesokan harinya warna yang tadinya merah itu menjelma lebih gelap keabu-abuan. Melihat perubahan tersebut reaksi aku malah senang. Saya pikir itu menandakan akan sembuh.

Ternyata berhari-hari setelahnya justru area itu semakin melebar. Bercak berwarna gelap tersebut semakin meluas sedikit demi sedikit. Saya mulai sadar kalau itu pengakit kulit. Sensasi gatal pun mulai muncul.

Gejala yang aku alami yakni sebagai berikut:
1. Awalnya berwarna merah,
2. Berubah menjadi abu-abu kehitaman secara perlahan,
3. Areanya semakin luas seiring waktu,
4. Kulit yang terdampak jadi sangat kering dan mengelupas,
5. Kadang gatal sekali terutama di malam hari.

Diagnosa

Seperti kebanyakan (calon) ibu muda era ini, aku pun pribadi mencari warta via Google. Singkat cerita, aku baca belasan artikel dari aneka macam situs. Mulai dari yang berbahasa ibu hingga berbahasa ibu tetangga (Inggris).

Dari segala jenis artikel hingga jurnal yang aku baca, alhasil aku mendapat sebuah kesimpulan. Alhamdulillah!

Kesimpulannya yakni aku terkena penyakit kulit homogen eczema alias eksim. Ugh! Saya kaget betulan lho. Bagaimana sanggup eksim ini datang? Lingkungan daerah tinggal aku sanggup dikategorikan bersih. Hmm jadi penasaran.

Kalau memang ini disebabkan oleh faktor lingkungan harusnya aku pernah mengalami ini dong? Setidaknya satu kali sepanjang hidup saya. Tapi ini tidak pernah terjadi sebelumnya sekalipun. Oke alhasil aku riset online lebih lanjut.

At last, aku menemukan sebuah statement yang menyatakan bahwa eksim sanggup terjadi kalau kulit Anda dalam kondisi sangat kering. Why? Karena kulit kering lebih rentan teriritasi oleh aneka macam macam basil dan jamur.

Nah, pribadi aku periksa kulit tangan, kaki, semuanya. Ternyata memang iya beliau sangat kering. Ini juga gres sadar lho. Padahal sebelum hamil kondisi kulit tidak menyerupai ini. Sebelum hamil aku PD meski tidak rutin menggunakan lotion.

Kalau kata orang tua, inilah yang namanya bawaan hamil. Waduh! Apa benar gatal ketika hamil yakni bawaan bayi? Allahua'lam.

Solusi ala Drugstore

Saat konsultasi di apotek pribadi diberi salep untuk gatal. Kalau tidak salah mereknya HELTISKIN. Kemasannya warna biru dan putih. Saya pakai rutin setiap habis mandi dan kadang juga aku oles ulang sehabis beberapa jam.

Pakai salep ini ada sedikit kemajuan. Tapi ada pecahan yang sembuh dan tetap ada pecahan yang gatalnya melebar. Seperti kejar-kejaran. Bagian sini sembuh tapi tepiannya tetap melebar. Ya sudah deh tak apa tetap aku oles rutin daripada semakin menyebar kemana-mana kan?

Sekitar 2 ahad - 1 bulan aku gunakan salep ini dan sehabis itu mulai berpikiran untuk ganti metode pengobatan. Kebiasaan buruk, kurang sabaran. Tapi kali ini lantaran aku punya solusi lainnya.

Solusi ala Saya

Kali ini aku beralih ke solusi ala beauty enthusiast #halah. Bukan ding, ini yakni solusi yang mengikuti logika aku semata. Menurut saya, kalau penyebabnya yakni kekeringan di kulit maka solusinya yakni dengan menciptakan kulit kembali lembab. Betul?

Akhirnya, sudah 3 hari aku mulai mengaplikasikan cara ini. Setiap habis mandi dan habis wudhu saya rajin mengoleskan body butter ke kaki dan tangan. Di pecahan yang ada eczemanya sengaja aku kasih lebih banyak.

Alhamdulillah kondisinya sudah berangsur membaik. Bisa dibilang efeknya lebih cepat pakai cara ini daripada ketika menggunakan salep dari apotek. Allahua'lam.

Biasanya kalau sudah malam hari, tiba-tiba gatal tiba luar biasa. Bukan cuma sekali tapi sanggup beberapa kali dalam semalam. Saya juga kurang tahu niscaya kenapa ibu hamil diserang gatal di kaki ketika malam hari. Tapi satu hal yang aku ketahui, gatal itu yakni efek kulit kering pada ibu hamil.

Biidznillah, kini asalkan rajin diolesi dengan body butter gatalnya tidak akan datang. Kulit juga jadi lebih lembab dan halus. Saat ini sudah 60% sembuh, sebentar lagi kulit sudah kembali mulus.

Kulit kering dan bersisik ketika hamil memang menciptakan ibu merasa tak nyaman. Untuk mengatasinya, aku punya beberapa tips;
1. Hindari mandi & mencuci wajah menggunakan air hangat/panas,
2. Gunakan pelembab berbasis alami,
3. Jangan menggaruk area yang gatal,
4. Jika gatalnya parah segera hubungi dokter.

Meskipun menciptakan khawatir, kondisi gatal tersebut yakni sesuatu yang normal terjadi pada ibu hamil. Jika gatal yang Anda rasakan dirasa janggal dan sangat mengganggu ibu, jangan tunda untuk pergi ke dokter.

Demikian pengalaman mengatasi kulit kering dan gatal ketika hamil dari saya. Semoga goresan pena ini bermanfaat dan hingga jumpa lagi di artikel berikutnya, insyaa Allah! ^_^

(diens)
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. KEBEBASAN - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz