30 Januari, 2014

Apakah Paraben Berbahaya Untuk Kulit?

Bahaya kandungan paraben dalam produk kosmetik dan skin care.

Hello there?! Bagi para beauty enthusiast baik itu yang sudah senior maupun pemula niscaya sudah familiar dengan nama paraben. Betul? Faktanya, hampir semua produk kecantikan dan personal care ketika ini mengandung paraben. Padahal ada yang bilang paraben berbahaya. Is that real???

Apa Itu Paraben

Bagi Anda yang masih bertanya-tanya paraben yakni apa, ini jawabannya. Paraben adalah sebuah zat kimia yang merupakan ester dari p-hydroxybenzoic. Rumit ya namanya. Itulah kimia, rumit. Hehe.

Di dalam sebuah produk kecantikan paraben akan bertindak sebagai materi pengawet. Keberadaan paraben akan melindungi produk dari kemungkinan tercemar serangan kuman dan jamur. Baik juga ya paraben ini?

Produk yang ditambahkan zat paraben sanggup bertahan hingga bertahun-tahun. Kabar buruknya, beberapa orang mempunyai perkiraan kalau paraben ini kurang kondusif untuk dibiarkan bersentuhan dengan kulit. Pastinya bukan tanpa alasan!

Dilansir dari situs alodokter, meskipun penggunaan paraben di dalam kosmetik hanya dalam jumlah yang relatif kecil, bukan berarti dengan demikian keamanan Anda otomatis terjamin 100%. Mengapa? Karena sebagian besar produk personal care mengandung paraben.

Begini, para andal kesehatan khawatir jikalau penggunaan banyak sekali macam produk berparaben akan menciptakan akumulasi paraben dalam badan terjadi secara lebih cepat. Dengan demikian tentu dampak buruknya sanggup timbul lebih cepat pula. Itulah alasan mengapa banyak orang dibentuk galau.

Di satu sisi kita tahu kalau penggunaan paraben pada produk-produk yang telah lolos uji BPOM niscaya terjamin keamanannya. Di sisi lain, banyaknya produk yang menggunakan paraben menciptakan kita khawatir dengan dampak akumulatifnya.

Kalau boleh menebak, kemungkinan besar Anda menggunakan lebih dari 1 jenis produk untuk kulit bukan? Nah di situlah letak masalahnya.

Jika Anda hanya menggunakan 1 produk saja, mungkin tidak akan terjadi hal jelek apapun. Karena memang prosentase paraben di dalamnya itu kecil. Lain kisah jikalau produk yang Anda gunakan ada banyak.

Contohnya untuk melaksanakan skin care routine ala Korea saja akan diharapkan lebih dari 10 jenis produk. Belum lagi produk perawatan rambut dan aneka kosmetiknya. Hitung saja berapa banyak paraben yang akan terserap tubuh.

Jenis Paraben dan Efeknya

Zat kimia paraben terdiri dari beberapa jenis yang berlainan, diantaranya;
1. Methylparaben
2. Ethylparaben
3. Propylparaben
4. Butylparaben
5. Isopropylparaben
6. Isobutylparaben

Dari sekian banyak jenis paraben yang terdapat dalam dunia skin care, ternyata tidak semuanya berbahaya. Hanya beberapa jenis saja yang sanggup berubah jadi berbahaya pada kondisi tertentu.

Diketahui bahwa methyl dan ethyl paraben sanggup bermetamorfosis racun apabila terpapar sinar UV (ultraviolet.red). Efek buruknya bagi kulit yakni sanggup memicu terjadinya penuaan dini.

Baca juga : Ini Dia Penyebab Utama Penuaan Dini

So, itu artinya kalau Anda sedang menggunakan produk yang mengandung kedua jenis paraben ini maka Anda tidak dianjurkan untuk berkontak dengan sinar UV.

Baca juga :  Fakta Tentang Tabir Surya

Selain itu konsumsi paraben (paraben juga sanggup masuk ke dalam fatwa darah melalui kulit) juga dikaitkan dengan penambahan kadar hormon estrogen dalam badan dimana ini sering dikaitkan dengan penyakit kanker.

Bicara soal konsumsi paraben, ternyata paraben juga terdapat di dalam beberapa jenis tumbuhan lho! Woah?!!

Paraben Ada di Dalam Tanaman

Belum tuntas polemik wacana paraben yang disinyalir mempunyai dampak negatif bagi kulit, hadir fakta bahwa zat ini juga ada di dalam tanaman. Dan rupanya tumbuhan tersebut yakni yang biasa kita konsumsi sehari-hari.

Ternyata paraben juga terkandung di dalam beberapa jenis tanaman! Tanaman apakah itu? Beberapa tumbuhan yang mengandung paraben adalah;
1. Bawang merah, 
2. Mentimun,
3. Wortel. 

Ada yang pernah makan? Saya yakin niscaya banyak. Bawang merah niscaya banyak digunakan sebagai bumbu masak di Indonesia. Kemudian mentimun sangat dikenal sebagai materi baku acar, rujak, dan lalapan yang terkenal di Indonesia.

Sedangkan wortel si oranye dengan kandungan betakaroten yang tinggi niscaya sering dijumpai pada aneka jenis sop. Dan semuanya mengandung paraben.

Jadi, boleh dikonsumsi apa tidak? Jawabannya tentu boleh. Kandungan paraben yang ada di dalam tumbuhan di atas hanya secuil saja kok. Jauh lebih kecil daripada yang terkandung dalam kosmetik pastinya.

Jadi, asalkan Anda tidak hiperbola dalam mengkonsumsinya maka insyaa Allah tidak akan jadi masalah. Tenang saja.

Saran

Sudah tahu kan wacana asal seruan paraben, fungsi paraben dalam kosmetik, jenis-jenis paraben, hingga ancaman paraben untuk tubuh. Jika masih ada kebingungan silakan baca ulang goresan pena ini atau tinggalkan pertanyaan di kolom komentar.

Jika Anda merasa ragu untuk tetap menggunakan produk yang mengandung paraben, Anda sanggup mencari alternatif produk yang tidak menggunakan paraben di dalamnya. Ada banyak kok produsen yang menyediakan produk ibarat itu.

Meski produk tanpa paraben mempunyai daya tahan yang lebih pendek daripada produk dengan paraben, akan tetapi keamanannya untuk badan jauh lebih terjamin. Jadi, Anda lebih menentukan untuk pakai yang mana? :)


Kesimpulan

Dari pemaparan yang sudah panjang dan lebar di atas semoga sanggup menjadi sedikit pencerahan bagi Anda. Jika ditanya apakah paraben berbahaya atau tidak? Tentu tidak ada balasan yang pasti. Penjabarannya ibarat di atas.

Paraben tidak akan berbahaya jikalau penggunaannya tidak berlebihan. Sebaliknya, paraben sanggup berbalik menimbulkan ancaman jikalau pemakaiannya berlebihan.

NOTE!!!

Paraben 100% berbahaya jikalau digunakan oleh orang yang mempunyai alergi paraben.

Sekian dulu postingan hari ini. Semoga goresan pena ini bermanfaat dan hingga berjumpa kembali di artikel berikutnya, insyaa Allah! ^_^


(diens)
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. KEBEBASAN - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz